Berbagai Perubahan Yang Terjadi Pada Otak Ibu Hamil

Perubahan secara fisik atau psikis lumrah dialami wanita yang sedang mengandung. Tapi jangan salah, selain mood atau kondisi fisik, otak si ibu juga mengalami perubahan. Inilah Berbagai Perubahan Yang Terjadi Pada Otak Ibu Hamil.

Berbagai Perubahan Yang Terjadi Pada Otak Ibu Hamil

Berbagai Perubahan Yang Terjadi Pada Otak Ibu Hamil | Kehamilan tidak benar-benar akan mengubah struktur, ukuran, maupun bagian-bagian otak ibu hamil. Namun, sejumlah penelitian melaporkan bahwa hormon kehamilan (estrogen dan progesteron) dapat sedikit banyak menurunkan fungsi kognitif otak.

Pasalnya selain mempersiapkan tubuh untuk menghadapi masa kehamilan dan persalinan, tingginya kadar kedua hormon tinggi ini juga dapat memengaruhi kerja saraf dan sirkuit saraf otak. Namun tenang. Kehamilan tidak akan mengubah IQ Anda, tapi lebih mengubah apa yang menjadi perhatian dan prioritas Anda.

Beginilah macam-macam perubahan yang terjadi pada otak ibu hamil :

  • Gampang lupa

Salah satu keluhan yang paling sering terlontar semasa kehamilan adalah gampang lupa. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon oksitosin yang kemudian memengaruhi komunikasi sel-sel saraf di otak. Hal inilah yang membuat otak ibu hamil lebih sulit mengembalikan ingatan jangka pendek.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam The British Journal of Psychiatry melaporkan bahwa kecenderungan ibu hamil jadi pikun hanya terjadi pada masa trimester ketiga. Setelah melahirkan kemampuan mengingat ibu hamil akan kembali normal.

Namun uniknya, sebuah penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa bagian otak yang bereran mengatur memori pengenalan justru mengalami peningkatan kerja selama Anda hamil daripada sebelumnya. Memori pengenal adalah kemampuan sadar Anda untuk mengenali kejadian, obyek, atau orang yang sebelumnya pernah ditemui.

  • Lebih siap jadi ibu

Sebuah studi menemukan bahwa ada penyusutan volume pada materi abu-abu otak di area yang terkait dengan pemrosesan dan respon terhadap sinyal sosial. Hilangnya volume otak di area ini dapat menandakan proses pematangan dan spesialisasi otak, yang memungkinkan Anda menjadi lebih fokus dan selaras terhadap kebutuhan bayi Anda.

Naluri keibuan ini juga turut dipengaruhi oleh peningkatan hormon dopamin sebagai penguat ikatan batin ibu dengan anak. Dopamin dapat memotivasi ibu untuk berbuat lebih banyak untuk calon anak-anaknya. Pengorbanan ini pun dapat membuat ibu merasa lebih baik dan lebih bahagia.

Baca Juga : Obat Kanker Usus Besar

  • Rentan depresi

Satu dari 4 wanita usia produktif bisa mengalami depresi, maka tidak heran jika gangguan mood ini juga bisa memengaruhi ibu hamil. Dilansir dari Healthline, 10-15 persen wanita pada umumnya mengalami depresi saat hamil.

Gangguan mood, termasuk depresi, adalah penyakit kejiwaan yang melibatkan perubahan kimia otak. Selama kehamilan, perubahan hormon bisa mempengaruhi zat kimia di otak Anda, yang secara langsung berhubungan dengan depresi dan kecemasan. Tidak ada penyebab tunggal dari depresi. Risiko depresi dapat diperburuk oleh situasi hidup yang sulit, yang kemudian dapat memicu gejala depresi selama kehamilan.

Yang Perlu Anda Lakukan :

Menjaga kehamilan sehat adalah cara utama dan yang terpenting untuk menghadapi dan mengelola berbagai perubahan semasa kehamilan. Pastikan Anda mendapat cukup asupan gizi dari makanan sehat dan rajin berolahraga.

Untuk mengatasi keluhan pikun dan masalah memori lainnya, hal yang bisa Anda lakukan adalah:

  1. Tulis hal-hal penting di buku catatan untuk membantu Anda mengingat. Anda juga dapat membuat daftar tulisan yang berisi tentang barang belanjaan atau pertanyaan yang akan Anda ajukan ke dokter saat kunjungan.
  2. Tidur cukup. Setelah melahirkan, Anda cenderung mendapatkan tidur yang kurang; sehingga membuat otak tidak dalam kinerja terbaiknya terutama dalam hal mengingat. Karena itu, meskipun sulit, Anda tetap perlu mengatur waktu tidur agar mendapatkan tidur yang cukup.

Baca Juga : Faktor Yang Menyebabkan Melahirkan Bayi Prematur

Berbagai Perubahan Yang Terjadi Pada Otak Ibu Hamil