Dampak Negatif Akibat Penggunaan Douching Vagina

Salah satu cara untuk membersihkan area kewanitaan, yaitu douching, ternyata sangat berisiko bagi kesehatan vagina. Anda bahkan bisa kena penyakit dan komplikasi berbahaya jika menggunakan douche. Inilah Dampak Negatif Akibat Penggunaan Douching Vagina

Dampak Negatif Akibat Penggunaan Douching Vagina

Dampak Negatif Akibat Penggunaan Douching Vagina | Menjaga kesehatan organ intim atau daerah kewanitaan adalah kewajiban untuk semua wanita. Di sisi lain, kemajuan tekonologi membuat cara membersihkan organ intim bervariatif dan lebih mudah dilakukan. Sayangnya, tak semua teknologi memiliki efek baik untuk kesehatan anda. Salah satu cara membersihkan organ intim wanita yang belakangan ini cukup banyak diperbincangkan adalah Douching.

Vaginal Douche atau Douching merupakan salah satu teknik membersihkan organ intim (vagina). Berasal dari bahasa Prancis, Douche, yang artinya membasuh atau menyeka, teknik ini dikenal dengan nama pencucian vagina.

Berbeda dengan membersihkan vagina yang biasa kita lakukan dari luar, cara kerja Douching seperti menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina melalui sebuah tabung/botol/kantong. Pemakaiannya tinggal menekan bagian tengah tabung/botol/kantong agar cairan pembersih tersebut keluar.

Teknik yang cukup populer di kalangan wanita Amerika Serikat berusia 15-44 tahun ini, dipercaya dapat membersihkan organ intim wanita, menghindari wanita dari penyakit seksual menular, mengharumkan vagina, menghilangkan bau, dan mencegah kehamilan.

Pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan douching mampu menjaga kesehatan vagina dan mencegah penyakit. Berbagai penelitian justru melaporkan bahwa metode ini meningkatkan risiko kesehatan bagi sistem reproduksi Anda.

Risiko Akibat Douching Vagina

  • Infeksi bakteri vagina

Infeksi bakteri vagina atau bacterial vaginosis bisa terjadi karena penggunaan douche pada vagina. Penelitian dalam The American Journal of Maternal/ Child Nursing menyebutkan bahwa douching bisa melipatgandakan risiko Anda kena infeksi bakteri vagina hingga lima kali.

Pasalnya, menyemprotkan larutan douche ke dalam dinding vagina bisa mengacaukan keseimbangan koloni bakteri baik dan bakteri jahat pada vagina. Akibatnya, bakteri baik yang menjaga vagina dari infeksi bakteri jahat malah mati. Karena itulah bakteri jahat jadi lebih ganas menyerang dan menyebabkan penyakit ini.

  • Infeksi saluran kencing atas

Melakukan douche lebih dari sekali sebulan ternyata bisa meningkatkan risiko Anda kena infeksi saluran kencing atas hingga 60 persen. Hal ini dilaporkan dalam penelitian tahun 2001 yang dimuat pada jurnal Sexually Transmitted Diseases.

Ini karena metode douche akan membunuh bakteri baik yang melindungi vagina. Dengan begitu, vagina jadi lebih rentan kena bakteri penyebab infeksi saluran kencing.

  • HPV

HPV atau human papillomavirus adalah penyakit kelamin yang bisa ditularkan lewat hubungan seks. Penyebabnya adalah infeksi virus. Bila terlambat ditangani atau tidak diobati, HPV bisa memicu pertumbuhan kanker di area vagina, anus, dan vulva.

Menurut sebuah penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases, risiko kanker yang diakibatkan oleh virus HPV bahkan mencapai 40 persen pada orang yang suka melakukan douche.

  • Kanker serviks

Sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa penggunaan douche dapat meningkatkan risiko kanker serviks hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan wanita yang membersihkan area kewanitaannya seperti biasa.

Douching memang membuat vagina jadi lebih mudah diserang infeksi virus. Salah satu jenis virusnya sama seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu HPV.

  • Penyakit radang panggul

Risiko Anda kena penyakit radang panggul bisa mencapai 73 persen kalau Anda rutin melakukan douche. Pasalnya, bakteri jahat yang ada di sekitar bibir vagina bisa terdorong masuk hingga ke dalam rahim, saluran tuba falopi, serta indung telur Anda dan menyebabkan infeksi.

Hati-hati, penyakit ini bisa membuat wanita mengalami kerusakan saluran tuba falopi dan organ di area panggul lainnya sehingga Anda sulit hamil.

  • Penularan penyakit kelamin

Bukannya melindungi dari penularan penyakit kelamin, douche justru akan meningkatkan risiko tertular penyakit melalui hubungan seks. Menurut para ahli, karena bakteri baik yang harusnya melindungi vagina dari organisme asing penyebab penyakit mati, Anda pun rentan tertular penyakit kelamin dari pasangan.

Penyakit kelamin yang bisa ditularkan antara lain HIV/ AIDS, gonore, herpes genital, serta trikomoniasis. Risiko ini akan bertambah apabila Anda melakukan douche sebelum berhubungan seks.

  • Komplikasi kehamilan

Douching vagina saat Anda hamil juga bisa memicu berbagai komplikasi kehamilan. Komplikasi yang paling banyak dilaporkan yaitu bayi lahir prematur.

Sebuah penelitian tahun 2002 dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology bahkan mencatat bahwa risiko kelahiran prematur naik sampai empat kali lipat bila ibu hamil melakukan douche lebih dari seminggu sekali.

Metode ini juga membuat Anda lebih rentan mengalami kehamilan ektopik (hamil anggur). Hal ini terjadi kalau pembuahan sel telur oleh sel sperma terjadi di luar rahim, yaitu di saluran tuba falopi.

Cara Membersihkan Vagina Yang Benar

Vagina sudah punya cara sendiri untuk membersihkan diri, yaitu dengan menjaga kadar pH serta koloni bakteri yang seimbang. Karena itu, Anda cukup membasuh vagina dengan air hangat (suam-suam kuku) satu sampai dua kali sehari.

Untuk meringankan gejala atau mencegah infeksi pada area vagina, Anda bisa menggunakan produk antiseptik kewanitaan. Terutama waktu Anda menstuasi, yaitu saat di mana vagina sangat rentan kena infeksi. Tentu saja produk ini hanya digunakan hanya di bagian luar vagina dan tidak di saluran vagina seperti proses douching.

Dampak Negatif Akibat Penggunaan Douching Vagina