Faktor Yang Dapat Memicu Melahirkan Bayi Prematur

Ada beberapa Faktor Yang Dapat Memicu Melahirkan Bayi Prematur, termasuk yang belum teridentifikasi oleh peneliti. Beberapa faktor risiko ini “termodifikasi,” yang berarti mereka dapat diubah untuk membantu mengurangi risiko. Faktor lain yang tidak dapat diubah. Simak selengkapnya dibawah ini.

Faktor Yang Dapat Memicu Melahirkan Bayi Prematur

Faktor Yang Dapat Memicu Melahirkan Bayi Prematur | Tidak semua bayi yang lahir prematur memiliki tubuh sangat kecil dibanding bayi yang lahir normal atau cukup umur kehamilan. Normalnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu, namun bayi prematur lahir di usia antara 27-37 minggu kehamilan.

Meski banyak bayi prematur yang tidak bertubuh kecil, namun bayi prematur berisiko mengalami masalah pada fisik dan perkembangannya. Bayi-bayi yang lahir antara usia 23-28 minggu berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti celebral palsy, ADHD, kecemasan, asma, masalah penglihatan, pendengaran dan pencernaan juga infeksi dan yang paling berbahaya adalah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Wanita yang rentan melahirkan bayi prematur biasanya yang memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, penyalahgunaan obat juga serta terbatasnya kesempatan untuk mengecek kehamilan. Sementara dari faktor kesehatan, diabetes, tekanan darah tinggi, preeklamsia, pembekuan darah atau wanita yang hamil bayi cacat juga berisiko melahirkan bayi prematur.

Namun, bagi beberapa wanita, faktor risiko tertentu tidak begitu jelas membuat mereka melahirkan bayi prematur. Dilansir Fox News, beberapa faktor risiko berikut ini bisa membuat Anda melahirkan bayi prematur.

Penyebab Melahirkan Prematur

  • Leher rahim pendek

Wanita yang memiliki leher rahim pendek setelah menjalani electrosurgical excision procedure (LEEP), prosedur yang dilakukan tes untuk mengecek kanker atau sel abnormal, lebih berisiko melahirkan bayi prematur.

  • Depresi

Wanita yang mengalami depresi selama kehamilan memiliki 30-40 persen risiko melahirkan bayi prematur di usia 32-36 minggu.

  • Bertubuh kurus

Meski kebanyakan wanita mengalami kenaikan badan saat hamil, sebanyak 21 persen wanita tidak mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko melahirkan prematur. Diet makanan yang sehat dan olahraga yang baik bisa mencegah melahirkan prematur.

  • Infeksi

Infeksi dan peradangan terkait adalah inisiator penting dari jalur kelahiran prematur. Infeksi yang mempengaruhi vagina, ginjal, kandung kemih, dan saluran kencing dapat meningkatkan risiko Anda melahirkan bayi prematur. Begitu pula dengan infeksi umum yang disertai dengan demam tinggi (lebih dari 38ºC) pada ibu hamil.

Infeksi seperti bacterial vaginosis atau yang disebabkan oleh bakteri tertentu, seperti Mycoplasme dan Ureaplasma dapat meningkatkan risiko Anda. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi intrauterin (infeksi dalam rahim) mungkin bertanggung jawab untuk kurang lebih 40 persen kelahiran prematur, dan juga merupakan faktor risiko untuk bayi lahir mati. Hal ini ditunjukkan oleh penemuan berulang kultur bakteri positif dari plasenta atau selaput dari tingginya proporsi pasien yang mengalami kelahiran prematur. Selain itu, Streptokokus grup B (strep grup B) juga merupakan faktor risiko kelahiran prematur, walaupun tergolong lebih jarang — sehingga bahkan jika Anda terbukti positif, tidak berarti Anda pasti akan mengalami kelahiran prematur.

25 persen kasus bayi lahir prematur terjadi pada ibu yang memiliki kolonisasi bakteri rahim. Ada beberapa indikasi bahwa hal ini lebih disebabkan oleh jumlah relatif bakteri, atau spesies tertentu dari bakteri, bukan semata hanya kehadirannya, yang mempengaruhi kelahiran prematur.

Baca Juga : Kesalahan Saat Memaki Celana Dalam Yang Sering Dilakukan Masalah Kesehatan Yang Intai Wanita Menopause

  • Sejarah pribadi

Risiko kelahiran bayi prematur meningkat pada wanita yang memiliki riwayat melahirkan prematur sebelumnya. Bahkan, studi menunjukkan wanita yang melahirkan prematur berada pada tingkat peluang 30-50 persen lebih tinggi untuk mengalami kelahiran bayi prematur di kehamilan berikutnya.

Riwayat melahirkan prematur merupakan faktor risiko terkuat untuk kelahiran prematur berulang dan kekambuhan sering terjadi pada usia yang sama, dengan sekitar 70 persen persalinan dini terjadi dalam waktu dua minggu usia kehamilan dari kelahiran prematur pertama.

Kelahiran bayi prematur iatrogenik (disebabkan oleh perawatan dokter terhadap suatu penyakit atau suatu kondisi pasien) menyumbang lebih dari 30 persen dari seluruh kejadian kelahiran prematur. Tingkat kelahiran bayi prematur terus meningkat di banyak negara di seluruh dunia karena peningkatan tingkat kelahiran prematur yang ditunjukkan.

  • Jarak kelahiran

Periode antar dua kehamilan yang berjarak hanya enam sampai sembilan bulan antara kelahiran satu bayi dengan awal kehamilan berikutnya diketahui meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur. Bahkan, lebih dari setengah dari perempuan melaporkan kehamilan setelah 12 bulan melahirkan bayi pertama mereka, melahirkan bayi berikutnya sebelum 39 minggu, menurut temuan sebuah studi di BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Para ahli mengatakan waktu optimal antara kehamilan adalah 18 bulan tapi tidak jelas alasan di baliknya, dan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Tapi angka bercerita bahwa untuk setiap bulan lebih mendekati 18 bulan di antara dua kehamilan, ada kemungkinan lebih tinggi bahwa Anda akan memiliki kehamilan yang sehat,” kata Dr Scott D. Berns, presiden dan CEO dari National Institute for Children’s Health Quality (NICHQ) di Boston, Massachusetts.

  • Bayi tabung

Banyak wanita memilih metode in-vitro fertilization (IVF) untuk hamil. Meski tidak jelas mengapa, wanita yang hamil melalui IVF atau bayi tabung memiliki risiko untuk kelahiran prematur.

  • Kembar

Diperkirakan 50 persen dari kehamilan kembar dua berakhir dalam kelahiran prematur dan hampir semua kejadian kembar kelipatan yang lebih tinggi (90 persen) dilahirkan prematur. Sebanyak 36 persen dari kembar tiga dilahirkan sebelum 32 minggu kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ifeoma Offiah dan tim peneliti dari Rumah Sakit Bersalin Universitas Cork, Irlandia.

Kelahiran prematur adalah komplikasi yang paling umum untuk wanita hamil dengan kembar dua atau kelipatan selanjutnya, yang diikuti oleh berat badan lahir rendah, morbiditas neonatal dan perinatal, neonatal, dan kematian bayi.

Kehamilan kembar dua dan seterusnya hanya menempati 2-3 persen dari seluruh kehamilan, tapi mencakup lebih dari 17 persen kelahiran prematur terlambat, dan 23% kelahiran prematur ekstrem. Rata-rata usia kelahiran dari kebanyakan kehamilan ganda terjadi di peridoe kelahiran prematur lambat (34-36 minggu usia kehamilan) akibat terjadinya awal persalinan spontan dan kelahiran prematur iatrogenik.

Faktor Yang Dapat Memicu Melahirkan Bayi Prematur