Kenali Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim

Tak selalu berjalan mulus, seringkali proses kehamilan harus dilalui dengan beberapa kondisi yang menimbulkan risiko tinggi, termasuk pendarahan. Salah satu kondisi risiko tinggi tersebut yakni Plasenta Akreta. Kenali Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim

Kenali Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim

Kenali Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim | Plasenta (ari-ari bayi) biasanya menempel pada dinding rahim selama kehamilan dan akan lepas secara spontan setelah melahirkan. Namun pada kasus tertentu, plasenta bisa melekat terlalu dalam di dinding rahim sehingga tak kunjung lepas. Plasenta yang tidak melepaskan diri saat persalinan dapat menempatkan ibu hamil pada risiko perdarahan vagina hebat, yang kadang mematikan. Komplikasi kehamilan ini disebut sebagai plasenta akreta.

Satu dari 533 kehamilan di dunia diprediksi mengalami plasenta akreta. Demikian hasil temuan sebuah penelitian milik University of Chicago tahun 2005 lalu. Plasenta akreta termasuk dalam grup kondisi “plasenta tertahan” alias retentio plasenta. Plasenta akreta adalah kondisi di mana plasenta tidak melepaskan diri dari rahim dalam waktu satu jam setelah kelahiran bayi. Plasenta tidak hanya lekat menempel di dinding rahim, namun jaringan plasenta bisa benar-benar tumbuh lebih dalam ke dinding rahim.

Jika Anda diketahui memiliki plasenta akreta di kehamilan saat ini, Anda berpeluang tinggi untuk memilikinya lagi di kehamilan berikutnya, menurut Mayo Clinic

PENYEBAB PLASENTA AKRETA

Tidak diketahui secara persis apa yang menyebabkan plasenta akreta. Dokter mengira bahwa kondisi ini terkait dengan penyimpangan yang ada pada lapisan rahim dan kadar alpha-fetoprotein tinggi, protein yang diproduksi oleh bayi yang dapat dideteksi dalam darah ibu. Penyimpangan ini bisa terjadi akibat luka parut setelah operasi sesar atau operasi rahim. Bekas luka ini memungkinkan plasenta tumbuh tertanam terlalu dalam ke dinding rahim. Dalam beberapa kasus, tidak ada penyebab pasti dari kondisi ini.

TANDA DAN GEJALA

Tidak diketahui secara persis apa yang menyebabkan plasenta akreta. Dokter mengira bahwa kondisi ini terkait dengan penyimpangan yang ada pada lapisan rahim dan kadar alpha-fetoprotein tinggi, protein yang diproduksi oleh bayi yang dapat dideteksi dalam darah ibu. Penyimpangan ini bisa terjadi akibat luka parut setelah operasi sesar atau operasi rahim. Bekas luka ini memungkinkan plasenta tumbuh tertanam terlalu dalam ke dinding rahim. Dalam beberapa kasus, tidak ada penyebab pasti dari kondisi ini.

YANG BERISIKO MENGALAMI PLASENTA AKRETA

Memiliki riwayat kelahiran sesar atau pembedahan rahim (misalnya pengangkatan fibroid rahim) diketahui meningkatkan risiko plasenta akreta untuk kehamilan di masa depan. Semakin banyak kelahiran sesar yang dimiliki seorang perempuan, semakin besar risikonya. American Pregnancy Association memerkirakan bahwa perempuan yang memiliki lebih dari satu sesar mengalami peningkatan risiko sekitar 60 persen.

Beberapa faktor lain juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko wanita terkena kondisi ini, termasuk:

  1. Plasenta previa, suatu kondisi yang menyebabkan plasenta ibu menutupi sebagian atau keseluruhan serviks (leher rahim). Plasenta akreta didiagnosis dalam 5-10 persen ibu hamil yang mengalami plasenta previa
  2. Plasenta terletak di bagian bawah rahim
  3. Hamil berusia di atas 35 tahun
  4. Kelainan rahim, seperti jaringan parut atau fibroid rahim

Kondisi ini bisa terjadi pada wanita tanpa riwayat operasi rahim atau plasenta previa.

DAMPAK PLASENTA AKRETA PADA BAYI

Perdarahan selama trimester ketiga mungkin merupakan tanda peringatan adanya plasenta akreta, dan bila ini terjadi biasanya akan ditindaklanjuti dengan persalinan prematur. Persalinan prematur dan komplikasi selanjutnya adalah masalah utama bayi. Risiko pada bayi saat persalinan sesar jarang terjadi dan meliputi cedera bedah atau masalah pernapasan.

Apakah Plasenta Akreta Bisa Dicegah ??

Tidak ada cara untuk mencegah plasenta akreta. Dokter akan memantau kehamilan Anda dengan seksama untuk mencegah komplikasi jika Anda didiagnosis dengan kondisi ini. Tim dokter Anda akan memantau kondisi kesehatan Anda dan menggunakan obat-obatan, bedrest, dan apapun yang diperlukan untuk membantu melanjutkan kehamilan hingga cukup umur.

Demikian informasi yang dapat kami bagikan mengenai Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan baru anda. Terus kunjungi situs http://penyumbatantubafalopi.com untuk mengetahui informasi penting dan menarik lainnya.

Baca Juga : Kondisi Yang Akan Dirasakan Wanita Saat Memasuki Masa Subur | Cir-Ciri Penyumbatan Tuba Falopi

| Kenali Plasenta Akreta, Saat Plasenta Tak Mau Lepas Dari Rahim